Transformasi Asty Ananta: Dari Panggung Hiburan ke AstyFarm yang Kini Menjangkau 42 Kota!

Berawal dari ketidaksukaannya terhadap tomat, Asty Ananta justru menemukan inspirasi untuk membangun bisnis pangan.
Pengalaman mencicipi tomat cherry dengan rasa manis alami dan tekstur renyah saat bepergian ke Jepang dan Korea Selatan mendorongnya menghadirkan produk serupa di Indonesia melalui AstyFarm.Didirikan pada 2024 melalui PT Asty Farm Indonesia, perusahaan ini mengembangkan Cherry Tomato Stevia, tomat cherry dengan stevia tanpa tambahan gula.
Seiring perkembangannya, AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi sebesar 52% pada kuartal III/2026 dibandingkan kuartal sebelumnya.
Produknya juga telah menjangkau konsumen di 42 kota di Indonesia.Berawal dari pengalaman pribadiAsty mengaku bukan pencinta buah dan sayur.
Ia kurang menyukai rasa asam tomat, aroma khas yang kerap disebut langu, serta teksturnya yang lembek.
Karena itu, ia jarang mengonsumsi tomat.Pengalamannya berubah ketika berkunjung ke Jepang bersama suaminya.
Saat itu, tomat disajikan dalam kondisi dingin, diiris, dan diberi sedikit gula.
Tekstur yang berbeda membuatnya lebih mudah menikmati buah tersebut.Pengalaman itu membuat Asty menyadari bahwa karakter dan cara penyajian produk dapat memengaruhi ketertarikan seseorang untuk mengonsumsi buah.Pada 2024, ia mulai memikirkan keinginan membangun usaha sendiri.
Asty ingin mengembangkan bisnis yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia turut memperhatikan kebiasaan anak-anak yang cenderung menyukai makanan manis, tetapi kurang tertarik mengonsumsi buah dan sayur.Dari situ, ia mulai mencari produk yang dapat menawarkan pengalaman berbeda dalam menikmati buah.
Inspirasi tomat cherry yang dikenal sebagai bagian dari gaya hidup sehat di Korea Selatan kemudian menjadi dasar pengembangan Cherry Tomato Stevia.Untuk mendukung produksi, AstyFarm mengembangkan pertanian dengan memanfaatkan greenhouse.
Berdasarkan data kunjungan perkebunan, seluruh lahan pertanian AstyFarm mencapai 30 hektare.
Dari luas tersebut, 19 hektare merupakan area greenhouse, sedangkan 11,5 hektare digunakan untuk budidaya tomat cherry.Proses budidaya dimulai dari pembibitan di area nursery.
Benih ditanam menggunakan rockwool sebagai media awal untuk mendukung pertumbuhan bibit.
Setelah sekitar dua minggu, bibit dipindahkan ke media tanam berupa cocopeat dan arang sekam.Selanjutnya, tanaman dirawat hingga memasuki masa panen.
Panen perdana dimulai sekitar tiga bulan setelah pembibitan, sedangkan masa produktif tanaman dapat mencapai tujuh hingga delapan bulan.Selain tomat cherry, AstyFarm juga membudidayakan berbagai sayuran, termasuk pakcoy, caisim, bayam, kangkung, dan kailan.
Diversifikasi komoditas tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan pertanian perusahaan tidak hanya berfokus pada satu jenis produk.Memperluas bisnis dan melibatkan petani lokal dengan Strategi DigitalSeiring pertumbuhan usaha, rilis AstyFarm menyebut perusahaan memperluas lahan produksi dari dua hektare menjadi 12 hektare.
Angka ini merupakan data ekspansi produksi yang dilaporkan perusahaan, sementara luas seluruh lahan pertanian berdasarkan materi kunjungan mencapai 30 hektare.AstyFarm juga mendukung sekitar 300 pekerja, termasuk 150 petani lokal.
Sebagian pekerja merupakan ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar area perkebunan.Perkembangan ini menunjukkan bahwa bisnis pertanian melibatkan lebih dari sekadar penjualan hasil panen.
Kegiatan produksi juga membuka kesempatan kerja dan melibatkan masyarakat dalam rantai usaha.Bagi paradiva, perjalanan AstyFarm memperlihatkan bagaimana pengalaman pribadi dapat berkembang menjadi peluang bisnis.
Namun, pengembangan usaha pertanian juga membutuhkan konsistensi kualitas, pengelolaan budidaya, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pasar.Setelah mengandalkan supermarket sebagai kanal penjualan utama, AstyFarm bergabung dengan Tokopedia dan TikTok Shop pada Februari 2026.
Perusahaan memanfaatkan video pendek, LIVE Shopping, dan kolaborasi dengan affiliate creator untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen baru.Strategi tersebut membantu AstyFarm memperluas jangkauan pasar.
Pada kuartal III/2026, nilai transaksinya tumbuh 52% dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara produknya telah menjangkau 42 kota di Indonesia.Melalui pemasaran digital, konsumen dapat mengenal karakter Cherry Tomato Stevia, memperoleh informasi produk, dan berinteraksi sebelum membeli.